Kamis, 28 Mei 2015

Pilihan kita

hai readerss,,,
kemerin aku dah jelasin beberapa tokoh dan lembaga pergerakan nasional kan? nah, pertanyaannya sekarang,,, kalian kalau hidup di jaman pergerakan nasional mau ikut atau ngedukung yang mana?
kalau aku,,,
aku akan masuk Budi Utomo,,, kenapa? karena aku sangat mencintai yang namanya budaya Indonesia,,, walau mungkin ga bisa nyebutin semua nya juga, tapi aku itu cinta dan ingin mempertahankan budaya kita. kalau di zaman itu masyarakat sedang menyelami kebudayaan Indonesia pasti seru banget,,, aku ingin membentuk budaya yang kuat yan tidak dipengaruhi budaya luar yang negatif dengan mudah... aku ingin budaya Indonesia yang positiv lah yang mendominasi,,, aaammiinn,,,
ga kayak sekarang,,, Indonesia banyak menyerap budaya lain, sehingga kita sebagai warganya (khususnya para remaja ) tak tahu menahu tentang budayanya yang kaya...
ok? thant mine,,, whats yours?

Wanita juga mampu berjuang

Tokoh Wanita Pergerakan nasional
Siapa bilang tokoh pergerkan nasional Cuma makhluk adam… ada wanita juga kok yang ikut berperan sebagai pahlawan dalam masa pergerakan nasional… jadi  ga usah cemburu kalau para lelaki mengidolakan pahlawannya,,, kita juga punya pahlawan yang bisa kita idolakan sebagai wanita… nih Tokoh-tokoh wanita dalam pergerakan nasional!
antara lain :
1.     Dewi Sartika (Pelopor gerakan wanita di Jawa Barat). Ia mendirikan Sekolah dengan nama Sekolah Keutamaan Istri
2.     Maria Walanda Maramis (Pelopor Gerakan Wanita di Minahasa, Sulawesi Utara). ia mendirikan organisasi PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya).
3.     Soewarni Jayasepoetra (Pelopor gerakan wanita di Bandung, Jawa Barat). Mendirikan organisasi wanita Istri Sedar yang bergerak di bidang politik dengan tujuan mencapai Indonesia Merdeka.
4.     Maria Oelfah dan Ibu Soenarjo Mangoenpoespito. Pendiri organisasi istri Indonesia dengan tujuan mencapai Indonesia Raya.
5.     Nyi Hajar Dewantoro (Istri Ki Hajar Dewantoro, aktif di Taman Siswa)
6.     Ibu Ahmad Dahlan (Istri pendiri Moehammadijah Haji Ahmad Dahlan, aktif di organisasi wanita dibawah Moehammadijah Aisyah), dan lain-lain
7.    R.A Kartini : yang gat w Kartini bukan wanita Indonesia ,,, kartini ii adalah pahlawan Indonesia yang mampu memperjuangkan Emansipasi wanita loohh
8.     Christina Martha Tiahahu,
9.     Cut Nya’ Dien
10.   Cut Meutiah
11.       Nyai Ageng Serang,

Selain munculnya berbagai tokoh gerakan wanita, muncul pula organisasi-organisasi wanita, yaitu antara lain :
1.     Kartini Fonds (Semarang)
2.     Putri Merdika (Jakarta)
3.     Wanita Roekoen Sentosa (Malang)
4.     Majoe Kemoeliaan (Bandung)
5.     Boedi Wanita (Solo)
6.     Kerajinan Amal Setia (Koto Gadang, Sumatera Barat)
7.     Serikat Kaum Ibu Sumatera (Bukit Tinggi, Sumatera Barat
8.     Ina Tuni (Ambon, Maluku)
9.     Gorontalosche Mohammedaansche Vrouwen Vereniging (Sulawesi Utara)
 (yang ga tau mereka,,, PARAH)
Bila ditelusuri perkembangan gerakan wanita Indonesia terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu : a. Tahap Pertama (Masa Feodal)
 b. Tahap Kedua (Masa Pergerakan Nasional)
c. Tahap Ketiga (Masa Persatuan Gerakan Wanita)

Kongres Perempuan

1.    Kongres Perempuan Indonesia 22-25 Desember 1928
Perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang suku, agama, kelas, dan ras datang dari seluruh Indonesia menghadiri Kongres yang diselenggarakan di Mataram (Yogyakarta, sekarang). Para perempuan ini umumnya berusia muda. Persiapan Kongres dilakukan di Jakarta, dengan susunan panitia Kongres Perempuan Indonesia sebagai berikut: Nn. Soejatin dari Poetri Indonesia sebagai Ketua Pelaksana, Nyi Hajar Dewantara dari Wanita Taman Siswa sebagai Ketua Kongres, dan Ny. Soekonto dari Wanito Tomo sebagai Wakil Ketua. Pada saat itu dimulailah pengorganisasian untuk terselenggaranya Kongres Perempuan Indonesia.
Kongres ini dihadiri oleh perwakilan 30 perkumpulan perempuan dari seluruh Indonesia, di antaranya adalah Putri Indonesia, Wanito Tomo, Wanito Muljo, Wanita Katolik, Aisjiah, Ina Tuni dari Ambon, Jong Islamieten Bond bagian Wanita, Jong Java Meisjeskring, Poetri Boedi Sedjati, Poetri Mardika dan Wanita Taman Siswa.
Kongres memutuskan:
untuk mengirimkan mosi kepada pemerintah kolonial untuk menambah sekolah bagi anak perempuan;
pemerintah wajib memberikan surat keterangan pada waktu nikah (undang undang perkawinan); dan segeranya
diadakan peraturan yang memberikan tunjangan pada janda dan anak-anak pegawai negeri Indonesia;
memberikan beasiswa bagi siswa perempuan yang memiliki kemampuan belajar tetapi tidak memiliki biaya pendidikan, lembaga itu disebut stuidie fonds;
mendirikan suatu lembaga dan mendirikan kursus pemberatasan buta huruf, kursus kesehatan serta mengaktifkan usaha pemberantasan perkawinan kanak-kanak;
mendirikan suatu badan yang menjadi wadah pemufakatan dan musyawarah dari berbagai perkumpulan di Indonesia, yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).

2.    Kongres Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia, Jakarta 28-31 Desember 1929

Kongres PPPI diikuti oleh perkumpulan perempuan yang menjadi anggotanya. Kongres diketuai oleh Ny. Mustadjab. Pada Kongres ini isu yang diangkat sebagai pembahasan di antaranya adalah masalah kedudukan dan peran sosial dan ekonomi perempuan, peran dan kedudukan perempuan dalam perkawinan, dan kehidupan dalam keluarga. Permasalahan perkawinan khususnya poligami, kawin paksa dan perkawinan anak-anak juga menjadi topik yang dibahas tersendiri. Mengenai Kongres Perempuan I, diinformasikan pada peserta bahwa tiga mosi di atas yang disampaikan kepada pemerintah disambut dengan baik.

Kongres memutuskan:
mengganti nama PPPI menjadi Perikatatan Perkumpuan Istri Indonesia (PPII). Agar tidak nampak bahwa perkumpulan ini sebagai satu perkumpulan atau unity, melainkan hanya bersifat federasi atau gabungan;
anggaran dasar yang baru menyebutkan tujuan penggabungan itu adalah menjalin hubungan di antara perkumpulan perempuan untuk
meningkatkan nasib dan derajat perempuan Indonesia dengan tidak mengkaitkan diri dengan soal politik dan agama;
mengajukan mosi kepada pemerintah untuk menghapuskan pergundikan.

3.    Kongres Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia, Surabaya 13-18 Desember 1930

Kongres Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia ini juga merupakan yang pertama bagi perkumpulan ini. Kongres diketuai oleh Ny. Siti Soedari Soedirman. Kongres ini diikuti oleh perkumpulan perempuan yang menjadi anggota PPII. Karena sifat federasi dari PPII ini, maka Kongres memutuskan untuk menetapkan asas perkumpulan yang dapat mengakomodasi bermacam perkumpulan yang ada di dalamnya. Untuk itu ditetapkan asas yang lebih bersifat umum yang dapat diterima oleh seluruh anggota perkumpulan. Hal-hal yang menjadi isu yang dianggap peka bagi suatu perkumpulan tertentu, seperti poligami dan perceraian, tidak dimuat di dalam asas perkumpulan.

 Kongres memutuskan:
menetapkan asas yang lebih bersifat umum bagi semua anggota;
mendirikan Badan Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak-anak (BPPPA) yang diketuai oleh Ny. Sunarjati Sukemi;
mengirim utusan ke Kongres Perempuan Asia yang akan diadakan 19-23 Januari 1931 di Lahore, India, yaitu Ny. Santoso dan Nn. Sunarjati.

4.    Kongres Perempuan Indonesia, Jakarta 20-24 Juli 1935

Kongres Perempuan Indonesia tahun 1935 diikuti oleh tidak kurang dari 15 perkumpulan, di antaranya Wanita Katolik Indonesia, Poetri Indonesia, Poetri Boedi Sedjati, Aijsiah, Istri Sedar, Wanita Taman Siswa dan lain sebagainya. Kongres diketuai oleh Ny. Sri Mangunsarkoro.

Kongres menghasilkan keputusan:
mendirikan Badan Penyelidikan Perburuhan Perempuan yang berfungsi meneliti pekerjaan yang dilakukan perempuan Indonesia;
tiap perkumpulan yang tergabung dalam Kongres ini akan meningkatkan pemberantasan buta huruf;
tiap perkumpulan yang tergabung dalam Kongres ini sedapat mungkin berusaha mengadakan hubungan dengan perkumpulan pemuda, khususnya organisasi putri;
Kongres didasari perasaan kebangsaan, pekerjaan sosial dan kenetralan pada agama;
Kongres menyelidiki secara mendalam kedudukan perempuan Indonesia menurut hukum Islam dan berusaha memperbaiki kedudukan itu dengan tidak menyinggung agama Islam;
Perempuan Indonesia berkewajiban berusaha supaya generasi baru sadar akan kewajiban kebangsaan: ia berkewajiban menjadi “Ibu Bangsa”.
Kongres Perempuan Indonesia menjadi badan tetap yang melakukan pertemuan secara berkala


5.    Kongres Perempuan Indonesia, Bandung, Juli 1938

Kongres dikuti berbagai perkumpulan perempuan, di antaranya Poetri Indonesia, Poetri Boedi Sedjati, Wanito Tomo, Aisjiah, Wanita Katolik dan Wanita Taman Siswa. Kongres diketuai oleh Ny. Emma Puradiredja. Isu yang dibahas dalam Kongres antara lain, partisipasi perempuan dalam politik, khususnya mengenai hak dipilih. Saat itu pemerintah kolonial telah memberikan hak dipilih bagi perempuan untuk duduk dalam Badan Perwakilan. Mereka di antaranya adalah Ny. Emma Puradiredja, Ny. Sri Umiyati, Ny. Soenarjo Mangunpuspito dan Ny. Sitti Soendari yang menjadi anggota Dewan Kota (Gementeraad) di berbagai daerah. Akan tetapi karena perempuan belum mempunyai hak pilih maka perempuan menuntut supaya mereka pun diberikan hak memilih.

Kongres memutuskan:
–tanggal 22 Desember diperingati sebagai “Hari Ibu” dengan arti seperti yang dimaksud dalam keputusan Kongres tahun 1935;
–membangun Komisi Perkawinan untuk merancang peraturan perkawinan yang seadil-adilnya tanpa menyinggung pihak yang beragama Islam.

6.    Kongres Perempuan Indonesia, Semarang Juli 1941

Kongres ini diikuti oleh berbagai perkumpulan perempuan yang mengikuti kongres perempuan sebelumnya. Kongres diketuai oleh Ny. Soenarjo Mangunpuspito.

Kongres menghasilkan keputusan:
–menyetujui aksi Gapi (Gabungan Politik Indonesia) dengan mengajukan “Indonesia Berparlemen” pidato yang memuat tuntutan hak pilih dan dipilih dalam parlemen, yang ditujukan untuk memperjuangkan Indonesia merdeka.
–mufakat dengan adanya milisi Indonesia
–menuntut agar perempuan pun selain dipilih dalam Dewan Kota juga memiliki hak pilih;
–menyetujui diajarkannya pelajaran Bahasa Indonesia dalam sekolah menengah dan tinggi;
–dibentuk empat badan pekerja:
–badan pekerja pemberantasan buta huruf
–badan pekerja penyelidik masalah tenaga kerja perempuan
– badan pekerja masalah perkawinan hukum Islam
– badan pekerja memperbaiki ekonomi perempuan Indonesia.


Kamis, 14 Mei 2015

Idealisme Dunia

Paham Idealisme dunia
Hai readers… apa kabar kalian??? Wah, lama aku ga posting,,,, kalian sering denger idealisme” yang muncul di lingkunagan sekitar kalian kan? Yang belakangnya ada “isme” gituu,,, tw ga siapa tokoh2 yang mencetuskan dan menganut idealism e yang muncul itu… nih aku jelasin ya,, berbagi ilmu gituuu
A.    Nasionalisme
Nasionalisme, paham yang satu ini berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa. Jadi pasti yang menganut paham ini orang yang berbakti pada bangsanya ya readers..
Ada beberapa tokoh mengemukakan tentang pengertian Nasionalisme.
1. Menurut Ernest Renan:: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara
2. Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
3. Menurut Hans Kohn,
nasionalisme adalah suatu paham yang tumbuh dalam masyarakat dan mempunyai empat ciri:
Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
1. Kesetiaan tertinggi individu diserahkan kepada Negara kebangsaan.
2. Dengan perasaan yang mendalam akan suatu ikatan yang erat dengan tanah tumpah darahnya.
3. Perasaan yang mendalam dengan tradisi-tradisi setempat, dan
4. Kesetiaan dengan pemerintah yang resmi.
4. Menurut L. Stoddard:: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa
5. Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.3. Hasrat untuk mencapai keaslian.4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa. Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan; b. memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan; c. memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama; d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan e. teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.
6. Selanjutnya menurut Louis Sneyder
. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.
Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
Suatu negara kebangsaan akan menjadi kuat bila timbul nafsu untuk mengembangkan negaranya. Nafsu untuk berkuasa itu mendorong negara tersebut memperkuat angkatan perang. Bila telah merasa diri mereka kuat, maka berbagai alasan dicari-cari sehingga bisa timbul penjajahan yang sesungguhnya. Semangat dan nafsu untuk berkuasa atas bangsa lain ini merupakan salah satu sebab adanya kolonialisme dan imperialisme. Ok lanjut … paham…


B.    Sosialisme
Sosialisme,paham idealism yg satu ini adalah paham yangbertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif danmembatasi milik perseorangan.
Tokoh tokohnya :
1.       Robert Owen

hidup antara tahun 1771 sampai dengan 1858. Robert Owen adalah seorang pengusaha dari Lanark, Inggris yang memiliki perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 2.500 orang. Ia tergolong pengusaha kaya, namun ia menolak diberlakukannya paham kapitalisme di Inggris.
Buku beraliran sosialis karya Robert Owen yang terkenal berjudul A New View of Society, An Essay on The Formation of Human Character. Ia memikirkan bagaimana cara meningkatkan taraf hidup para pekerjanya karena ia berpendapat bahwa lingkungan sosial mempengaruhi watak manusia.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah menutup kedai-kedai minum yang buka di sekitar perusahaannya. Setelah itu ia membangun perumahan, tempat rekreasi, koperasi konsumsi bagi karyawan, dan melarang anak di bawah umur 10 tahun untuk bekerja. Robert Owen pernah ingin mendirikan koloni Inggris di Amerika namun ia gagal melaksanakannya.
Sekembalinya dari Amerika, Robert Owen mendirikan Labour Exchange. Labour Exchange adalah penampungan para penganggur yang memperoleh bon kerja sebagai gajinya. Dengan cara demikian, Robert Owen memperoleh keuntungan karena buruh bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh. Semoga artikel sejarah sosialisme ini menambah wawasan Anda.
2.       KarlHeinrich Marx (1818 – 1883)

Ia menciptakan sosialisme yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.
Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Iamengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah“Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangankelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).

Sosialisme pada masa penjajahan banyak mendapat simpati dari bangsa pribumi.Paham sosialisme semakin banyak berpengaruh setelah konsep ini dijadikansebagai salah satu senjata menghadapi kolonialisme dan imperialisme. Dinegara-negara Asia – Afrika, banyak pemimpin yang tertarik dengan ajaransosialisme.

C.     Komunisme

1.       Karl Marx
  


Siapa yang ga tau Karl Marx? Hayo.. parah nih kalau ga tau,, dia itu bapak komunisme dunia. Marx menulis bahwa kapitalisme akan berakhir karena aksi yang terorganisasi dari kelas kerja internasional.“Komunisme untuk kita bukanlah hubungan yang diciptakan oleh negara, tetapi merupakan cara ideal untuk keadaan negara pada saat ini. Hasil dari pergerakan ini kita yang akan mengatur dirinya sendiri secara otomatis.Komunisme adalah pergerakan yang akan menghilangkan keadaan yang ada pada saat ini. Dan hasil dari pergerakan ini menciptakan hasil dari yang lingkungan yang ada dari saat ini. – Ideologi Jerman– 

Marx sering dijuluki sebagai bapak dari komunisme yang berasal dari kaum terpelajar dan politikus. Ia memperdebatkan bahwa analisis tentang kapitalisme miliknya membuktikan bahwa kontradiksi dari kapitalisme akan berakhir dan memberikan jalan untuk komunisme. Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis.
2. Friedrich Engels 
  



Kolaborasi tulisan Engels dan Marx yang pertama adalah The Holy Family Mereka berdua sering disebut "Bapak Pendiri Komunisme", di mana beberapa ide yang berhubungan dengan Marxisme sudah kelihatan. Bersama Karl Marx ia menulis Manifesto Partai Komunis (1848). Setelah Karl Marx meninggal, ialah yang menerbitkan jilid-jilid lanjutan bukunya yang terpenting Das Kapital.

D.    Liberalism
Liberalisme awalnya adalah sebuah gerakan pemikiran yang terjadi di Eropa antara abad ke-15-17. Gerakan ini bermaksud melawan hegemoni gereja dan para penguasa feodal saat itu. Karena sebelumnya ilmu pengetahuan dan sains berada di bawah kekangan dogma gereja yang dibantu para penguasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan sains harus sesuai dengan doktrin-doktrin keimanan gereja, jika bertentangan maka ilmu pengetahuan dan sains-lah yang harus “kalah”, seperti yang terjadi pada Copernicus dan Galileo. Maka selama ribuan tahun akal kalah total dan iman (Kristen) menang mutlak.
Keadaan seperti itu berlangsung ribuan tahun, sampai munculah gerakan pencerahan yang dimulai oleh seorang pemikir bernama Rene Descartes. Setelah itu, bagaikan bendungan jebol, bermunculanlah pemikir-pemikir lainnya. Tujuan mereka, walaupun dengan jalan berbeda-beda, adalah satu, mengalahkan dominasi iman atas akal.
Tetapi sejarah berulang, sofisme Yunani terulang lagi, Ahmad Tafsir menyebutnya sofisme modern. Disebut demikian karena cirri pokok sofisme lama ada pada sofisme modern. Ciri itu adalah: kebenaran itu relative.

Dalam arus besar itu terdapat berbagai macam aliran pemikiran, yang paling menonjol adalah aliran rasionalisme dan empirisme dengan tokohnya masing-masing. Gerakan besar inilah yang dikenal dengan gerakan liberalisme.
1.       John Locke (1632-1704) 

Pemikiran Locke didasarkan pada premis semua pengetahuan datang dari pengalaman. Ini berarti tidak ada yang dapat dijadikan idea atau konsep tentang sesuatu yang berada dibelakang pengalaman, tidak ada idea yang diturunkan seperti yang diajarkan Plato. Teori ini dikenal dengan teori tabula rasa, sebuah teori epistemology dari faham empirisme. (Ibid; hal.173-176)
Locke malanjutkan argumennya bahwa sifat objek itu ada dua, pertama primary qualities (sifat pertama) yaitu sifat asli yang dimiliki objek. Kedua secondary qualities (sifat kedua), ini adalah sifat objek yang ditangkap oleh indera. Keduanya berbeda. Ide-ide tentang primary qualities objek ada pada objek itu, pola mereka ada pada objek itu sendiri, tetapi idea yang dihasilkan dalam jiwa kita oleh secondary qualities tidak berada pada objek itu. Yang kita ambil dari objek itu adalah power untuk menghasilkan sensasi itu dalam diri kita.
Lalu mengenai substansi, Locke selalu berbicara mengenai intuisi untuk menjawabnya. “Pengetahuan kita itu kita peroleh lewat intuisi. Eksistensi Tuhan, akallah yang memberitahukannya kepada kita”. Disini Locke tampak kebingungan maka akhirnya ia berkesimpulan, kita tidak tahu apa-apa tentang substansi. (Ibid; hal.179-180) .  
2.       Herbert Spencer (1820-1903)

Filsafat Spencer berpusat pada teori evolusi. Empirismenya jelas terlihat dalam filsafatnya tentang the great unknowable. Menurut Spencer, kita hanya dapat mengenali fenomena-fenomena atau gejala-gejala. Memang benar di belakang gejala-gejala itu ada suatu dasar absolute, tapi yang absolute itu tidak dapat kita kenal. Secara prinsip pengenalan kita hanya menyangkut relasi-relasi antara gejala-gejala. Di belakang gejala-gejala ada sesuatu yang oleh Spencer disebut the great unknowable / yang tidak diketahui. Sudah jelaslah menurut Spencer metafisika menjadi tidak mungkin. 
3.       David Hume (1711-1776) 

Hume menyatakan, sebagaimana Locke, bahwa semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indera sebagai dasar, kesan adalah basis pengetahuan.
Tapi kemudian Hume menjelaskan bahwa hubungan sebab akibat tidak merupakan suatu hubungan antar idea (reation of ideas) karena hal itu tidak mempunyai bukti. Itu terbentuk semata-mata oleh akal, padahal hanya akal tidak akan menyampaikan pada pengetahuan adanya sebab akibat. Akhirnya Hume menyimpulkan bahwa idea kausalitas itu tidak juga dapat diperoleh melalui persepsi (pengalaman). Pada akhirnya Hume menentang induksi. Ia juga menentang prinsip induksi untuk memprediksi masa depan. Jadi mula-mula ia menolak adanya pengetahuan a priori, lalu ia juga menolak sebab akibat, menolak pula induksi yang berdasarkan pengalaman. Jadi habislah segala macam cara untuk memperoleh pengetahuan, semuanya ditolak. Inilah skeptis tingkat tinggi. 

E.     Panislamisme
1.       Sayyid jamaluddin Al-Afghani

Sayyid Jamaluddin Al-Afghani adalah seorang tokoh penting penggerak pembaruan dan kebangkitan Islam abad ke-19. Ia disenangi sekaligus dimusuhi oleh dunia Islam sendiri. Ia disenangi karena aktivitas dan gagasan politiknya menjadi inspirasi bagi upaya pembebasan umat Islam dari penjajahan bangsa-bangsa Barat. Sebaliknya ia dimusuhi karena menjadi batu sandungan bagi penguasa-penguasa dunia Islam yang otoriter, korup dan despotis ketika itu. Al-Afghani dianggap membahayakan kekuasaan mereka.

Al-Afghani berusaha memecah tembok eksklusif kaum Muslimin dan membawa mereka memasuki dunia lebih terbuka. Afghani tetap optimis meskipun menghadapi realitas adanya kemajemukan bangsa, budaya dan agama. Baginya agama itu sendiri, khususnya agama rumpun Semitik - Yahudi, Kristen dan Islam - bukan menjadikan faktor perpecahan. Menurutnya perpecahan hanya terjadi bila dieksploitasi oleh kepentingan-kepentingan semata, orang yang berkepentingan. menurut Jamal al-Din perpecahan di kalangan penganut agama lebih banyak dicetuskan oleh para pedagang agama, Merekalah yang menimbulkan isu perselisihan dan memperniagakannya di warung agama masing-masing untuk mengambil keuntungan pribadi
Sayid Jamaluddin Al-Afgani mengungkapkan bahwa:
  1. Islam adalah agama yang sesuai untuk semua bangsa maupun zaman. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi perubahan zaman, maka penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi dan pengertian baru tentang ajaran itu.
  2. Kemunduran yang dialami oleh umat Islam tak lain karena telah meninggalkan ajaran Islam yang sesungguhnya.
  3. Pemahaman terhadap qadha dan qadar dirusak oleh sebagian ulama, menjadi fatalisme yang membawa umat Islam kepada keadaan statis.
  4. Pemahaman yang keliru terhadap hadits Nabi menyatakan bahwa umat Islam akan mengalami kemunduran di akhir zaman membuat umat Islam tidak merubah nasibnya.
  5. Jalan keluarnya adalah melenyapkan pengertian yang salah itu dan kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya.
Ide-ide pembaharuan dan pemikiran politik Al-Afghani tentang negara dan sistem pemerintahan adalah sebagai berikut :
1. Bentuk negara dan pemerintahan
2. Sistem Demokrasi
3. Pan Islamisme (Solidaritas Islam)

Al-Afghani menginginkan adanya persatuan umat Islam baik yang sudah merdeka maupun masih terjajah. Gagasannya ini terkenal dengan Pan Islamisme. Ide besar ini menghendaki terjalinnya kerjasama antara negara-negara Islam dalam masalah keagamaan, kerjasama antara kepala negara Islam. Kerjasama itu menuntut adanya rasa tanggungjawab bersama dari tiap negara terhadap umat Islam dimana saja mereka berada, dan menumbuhkan keinginan hidup bersama dalam suatu komunitas serta mewujudkan kesejahteraan umat Islam.
2.       Muhammad Abduh

Syek M. Abduh menghendaki perubahan mental secara berangsur-angsur, seperti pendidikan.
Sementara Syekh Muhammad Abduh mengungkapkan teori pembaharuannya sebagai berikut:
a.            Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah dan orang menyembah selain Allah adalah musyrik dan ia harus dibunuh.
b.            Orang Islam yang minta pertolongan kepada Wali atau Syekh atau kekuatan lain selain Allah, termasuk dia menjadi musyrik.
c.            Menyebut nama Nabi, Syekh atau Malaikat dalam doa juga syirik.
d.            Meminta selain kepada Allah adalah syirik.
e.            Bernazar selain kepada Allah adalah syirik.
f.             Tidak percaya kepada Qadha dan Qadar Allah itu menyebabkan kekufuran.
g.            Jalan keluarnya adalah melepaskan umat dari kesesatan ini dan kembali kepada Islam yang asli.
3.       Rasyid Ridho

Rasyid Ridla juga melihat perlunya dihidupkan kesatuan umat Islam. Menurutnya, salah satu sebab lain bagi kemunduran umat ialah perpecahan yang terjadi di kalangan mereka. Kesatuan yang dimaksud oleh beliau bukanlah kesatuan yang didasarkan atas kesatuan bahasa atau kesatuan bangsa, tetapi kesatuan atas dasar keyakinan yang sama. Oleh karena itu ia tidak setuju dengan gerakan nasionalisme yang dipelopori Mustafa Kamil di Mesir dan gerakan nasionalisme Turki yang dipelopori Turki Muda. Ia menganggap bahwa faham nasionalisme bertentangan dengan ajaran persaudaraan seluruh umat Islam. Persaudaraan dalam islam tidak kenal pada perbedaan bangsa dan bahasa, bahkan tidak kenal perbedaan tanah air. Rasyid Ridla tidak memberikan format yang jelas bagi bentuk kesatuan yang dimaksud. Ia hanya menawarkan kekhalifahan yang sekaligus mengemban fungsi sebagai kepala negara. Khalifah, menurutnya, karena mempunyai kekuasaan legislatif maka harus mempunyai sifat mujtahid. Tetapi, khalifah tidak boleh bersifat absolut. Ulama merupakan pembantu-pembantunya yang uatama dalam soal memerintah rakyat. 


nah readers,,, itulah beberapa tokoh idealisme kita,,, semoga bermanfaat menambah ilmu pengetahuan kalian,,, jangan sungkan komen ya,,, and... jangan mrasa cukup dengan ini,, cari info dari yang lainnya juga,,,  ok ><

Rabu, 29 April 2015

Pergerakan Nasional

Hai semua, ketemu lagi ma aku,, gimana kabarnya?  Kali ini kita akan membahas mengenai pergerakan nasional. Tahu kah kamu, apa pergerakan nasional itu? Guru saya, bila di Tanya mengenai “ingin di zaman apakah kamu tinggal?” pasti ia akan membahas “di zaman pergerakan nasional” kenapa? Karena pada saat itu jiwa para pemuda dan tokoh2 sangat bergelora untuk menimba ilmu dalam memerdekakan Indonesia. Jiwa-jiwa itu berkoar demi Indonesia yang mungkin saat ini kita tak mampu menemukannya lagi… sedihnya,,, kenapa pergekan nasional itu terjadi??? Apa sih factor latar belakangnya ?yaitu ada
Faktor Intern

Munculnya pergerakan nasional di Indonesia (1908), disebabkan oleh dua faktor. Ada faktor dari dalam negeri (internal) dan faktor luar negeri (eksternal). Tetapi faktor dari dalam negeri lebih menentukan dibanding dengan faktor yang timbul dari luar negeri. Fungsi dan peranan faktor luar negeri hanya bersifat mempercepat proses timbulnya pergerakan nasional. Hal ini berarti bahwa sebenarnya tanpa adanya faktor dari luar, pergerakan nasional juga akan muncul, hanya waktunya agak terlambat. Disamping itu, bisa juga dalam bentuk lain:
Adapun faktor atau sebab-sebab dalam negeri (intern) ialah:

Politik Etis yang dicetuskan oleh Van De Venter membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Politik etis yang menyentuh tiga ranah kehidupan, yaitu pembangunan sarana dan prasarana pertanian (irigasi), pembangunan kualitas penduduk (Pendidikan) dan pemerataan penduduk (Emigrasi) membawa sedikit oase di tengah keringnya penjajahan. Dalam hal ini khususnya adalah dalam bidang pendidikan. Pada hakikatny Belanda mendidik warga pribumi bukan bertujuan utama mencerdaskan bangsa Indonesia, melainkan untuk mendapatkan tenaga terdidik dengan gaji yang murah. Pada bidang pendidikan inilah yang kemudian memunculkan cendikiawan atau kaum terpelajar yang mempelopori pergerakan nasional Indonesia.
Penderitaan akibat penjajahan, bangsa Indonesia merasa senasib sepenanggungan, sama-sama dijajah Belanda. Jadi ini reaksi terhadap penjajah. Penderitaan ini pada akhirnya menimbulkan gerakan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda, tindakan protes bisa dilakukan dengan cara melalui kekerasan dan mogok kerja. Kesatuan Indonesia dibawah Pax Neerlandica memberi jalan ke arah kesatuan bangsa. Persatuan beberapa daerah dalam kekuasaan Belanda mengakibatkan terjadinya koneksi antar wilayah. Pembangunan komunikasi antara pulau menyebabkan makin mudah dan makin sering bertemunya rakyat dari berbagai kepulauan.
Pembatasan penggunaan atau penyebaran bahasa Belanda dikalangan pribumi di satu pihak, dan penggunaan bahasa Melayu yang dipopulerkan di lain pihak menyebabkan bahasa yang berasal dari sekitar selat Malaka ini menjadi bahasa Indonesia, bahasa ini kemudian menjadi tali pengikat kesatuan bangsa yang ampuh.
Undang-undang desentralisasi 1903, yang diantaranya mengatur pembentukan kotapraja (gemeente atau haminte) dan dewan-dewan kotapraja memperkenalkan rakyat Indonesia akan tata cara demokrasi yang modern. Pergerakan kebangsaan Indonesia dapat juga disebut sebagai reaksi terhadap semangat kedaerahan, yang tidak menguntungkan bagi perjuangan kemerdekaan (semangat kemerdekaan membuat kita terpecah belah dan lemah).

Inspirasi kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. Kenangan kejayaan pada masa lalu membawa harapan besar kepada penduduk Indonesia untuk setidaknya mengulang kembali sejarah silam. Sriwijaya menjadi kerajaan maritim yang sangat kuat pada masanya, dan Majapahit mampu menguasai sebagian besar derah nusantara dan daerah-daerah sekitarnya dibawah pimpinan mahapatih Gajah Mada. Masa lalu membawakan inspirasi pada masa saat ini untuk mencoba mengulang kejayaan di masa lalu.
Itulah beberapa faktor intern yang mempengaruhi terjadinya pergerakan nasional. Dimana bangsa Indonesia memulai jalur perjuangan baru dengan melalui cara berorganisasi modern. Yang tidak bisa terlepas dengan munculnya kaum terpelajar baik itu pribumi maupun indo. Organisasi yang pertama muncul yaitu Boedi Oetemo yang kemudian diikuti organisasi-organisasi lainnya. Sifat organisasipun berbeda, ada yang kooperatif dan non kooperatif kepada pemerintah kolonial Belanda.
Lalu, siapakah tokoh yang berperan??? Baiklah di sini saya juga akan memaparkan beberapa tokoh:
1.      Dr . sutomo 

            Kenapa aku menaruh nama beliau pada peringkat pertama? Bukan lain lagi alasannya, karena beliaulah pendiri Budi Utomo yang manakala hari didirikannya diperingatkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 20 Mei 1908, beliau bersama rekan-rekan lulusan STOVIA mendirikan Budi Utomo, organisasi yang membuat Indonesia menghadapi suatu zaman, yakni pergerakan nasional. Dari organisasi inilah mulai bermunculan organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya. Budi Utomo merangsang rakyat Indonesia agar lepas dari kehidupan terjajah dan menuju kemerdekaan. Setelah mengetahui kekalahan Rusia ditangan Jepang dan penderitaan yang semakin meradang, akhirnya pergerakan nasional pun berkobar di Indonesia. Dr. Sutomo sendiri tidak menetapkan tarif kepada setiap pasiennya, terkadang pasien tersebut mendapatkan pengobatan tanpa biaya. Sulit sekali mencari dokter yang seperti ini di dunia sekarang. Materi menjadi segalanya, bak Tuhan yang disembah. Bahkan terkadang lebih diagungkan daripada Tuhan. Astagfirullah….
2.      KH. Samanhudi

Pedagang Sekaligus Pejuang Lahir di Lawayen, Solo pada 1868, dari keluarga pedagang. Pada 1905, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI), organisasi nasional yang menentang Belanda dan memperjuangkan martabat pedagang pribumi. SDI kemudian berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada 1912, dan pada konggres tahun 1913, KH Samanhudi terpilih menjadi ketua. Terlibat dalam gejolak politik pasca-kemerdekaan dengan mendirikan organisasi Barisan Pemberontak Indonesia yang melawan Belanda NICA, dan laskar rakyat bernama Gerakan Kesatuan Alap-Alap.
3.      Ki Hajar Dewantara


siapa hayooo,,, Siapa yang tidak kenal tokoh satu ini? Tokoh yang merupakan pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia pada saat zaman penjajahan. Tokoh yang terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan kepada kaum pribumi untuk mengecap indahnya bangku pendidikan. Selain itu beliau juga turut serta dalam pendirian Budi Utomo. Hari Kelahirannya, yakni pada tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan. Kenapa gw menempatkan beliau pada tempat kedua? Karena selain menjadi tokoh pergerakan nasional, beliau juga menjadi tokoh pendidikan Indonesia. Tanpa beliau, bangsa kita tidak akan pernah menikmati indahnya masa-masa sekolah dan mengenyam pendidikan
4.      H. Agus Salim,

The Grand Old ManLahir di Sumatera, 8 Oktober 1884 dengan nama Mashudul Haq yang berarti pembela kebenaran. Ayahnya, Angku Sutan Mohammad Salim, adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau. Sepak terjang politiknya cukup meresahkan Belanda sejak ia bergabung di koran Harian Neratja pada 1915, dan masuk organisasi Sarekat Islam. Namanya meroket diera 1946-1950, dan mendapat julukan Orang Tua Besar (The Grand Old Man).
5.      Abdul Muis,


 Sang Pahlawan PenaLahir di Bukit Tinggi, 3 Juli 1883, Abdul Muis adalah pejuang rakyat dengan senjata pena yang tajam menusuk tirani Belanda. Dengan pena pula ia mengobarkan semangat perlawanan dan memperjuangkan kemerdekaan. Menempuh pendidikan dokter di STOVIA, Batavia, ia memutuskan berhenti dan aktif menulis di koran De Express.Ia bergabung dengan Sarekat Islam, sebelum mendirikan Komite Bumiputera bersama tokoh pergerakan nasional lainnya untuk melawan Belanda. Ia juga menulis buku sastra berjudul Salah Asuhan.


6.      Ernest François Eugène Douwes Dekker

 selanjutnya ada douwes Dekker… Tokoh ini masih juga berdarah Indonesia. Namun tidak sepenuhnya. Tetapi keberadaanya bagi Indonesia sangat bermakna. Beliau mendirikan Nationale Indische Partij pada tahun 1912, Nationale Indische Partij merupakan sebuah partai politik. Menilai Budi Utomo terbatas pada bidang kebudayaan saja, maka Douwes Dekker mendirikan sebuah partai politik. Ernest François Eugène Douwes Dekker masih terhitung saudara dengan pengarang buku Max Haveelar, Eduard Douwes Dekker. Douwes Dekker sendiri yang tidak sepenuhnya berdarah Indonesia, namun ia dengan segenap jiwa dan raga berjuang untuk pergerakan nasional Indonesia. National Indische Partij pun aktif dalam berbagai organisasi internasional, seperti Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan, serta Liga Demokrasi Internasional untuk menarik perhatian dunia internasional. Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan tenaganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 
7.      Dr. Cipto Mangunkusumo

 Beliau merupakan dokter profesional yang cenderung lebih dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional. Bersama dengan Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker, beliau mendirikan partai politik Nationale Indische Partij. Pada awalnya Dr. Cipto Mangunkusumo bergerak sebagai dokter pemerintahan dibawah Belanda. Namun karena beberapa tulisannya dalam De Express yang cenderung mengkritik kekejaman pemerintahan Belanda, akhirnya beliau diberhentikan sebagai dokter pemerintahan. Hal tersebut membuat beliau semakin intens melakukan perjuangan. Bayangkan jika kita seperti beliau? Mungkin kita malah akan mengemis-ngemis kembali meminta jabatan dengan gaji layak tersebut kembali. Tapi beliau tidak, dengan sepenuh hati memperjuangkan kemerdekaan bangsaIndonesia.
8.      Soekarno


Sejujurnya bukan tokoh kebangkitan nasional lohh (tapi kenapa dia ku masukan?), beliau berjasa besar dalam kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional bukan saja pada masa berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional, namun hingga saat ini juga. Soekarno berjasa besar bagi bangsa Indonesia. Perjuangannya menjelang detik-detik proklamasi tidak dapat dilupakan. Aktif dalam organisasi PUTRA yang berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia pun tidak dapat dilupakan. Walaupun setelah kemerdekaan, pada masa demokrasi terpimpin ia bertindak bagaikan diktator, semua jasanya tak dapat dilupa. Pada saat agresi militer I ketika Indonesia terdesak, beliau memerintahkan Syafrudin Prawiranegara untuk melanjutkan perjuangan Indonesia dengan mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Walaupun dengan risiko ditangkap oleh Belanda karena kondisi Yogyakarta pada saat itu masih sangat rawan. Inilah semangat perjuangan yang harus dimiliki segenap bangsa.
9.      Mohammad Hatta

 Beliau turut aktif dalam beberapa organisasi pergerakan. Beberapa kali ditangkap oleh Belanda tidak memupuskan semangat perjuangannya. Beberapa organisasi seperti Indische Vereeniging dan Club Pendidikan Nasional Indonesia pernah ia geluti. Perannya sebagai Bapak Proklamator menjadi faktor utama yang membuat dirinya dikenal oleh khalayak ramai. Pada sidang BPUPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia, beliau diangkat menjadi wakil presiden Republik Indonesia dan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia
10.  Soeharto

 Sepertinya banyak yang tidak setuju dengan pendapatku yang satu ini. Tapi menurutku  berbagai jasanya berhasil membuat Indonesia mempertahankan kemerdekannya dan maju sehingga bisa dikenal oleh dunia. Serangan Oemoem dan penumpasan PKI tak lepas dari kinerja beliau. Beberapa program yang dilancarkan semasa beliau menjabat sebagai presiden pun mampu mengangkat nama Indonesia di dunia Internasional. Indonesia mengalami kebangkitan pada masa-masa kejayaan tersebut. Kurs Rupiah terhadap mata uang asing pun tak seperti sekarang ini yang terus melambung. Kesejahteraan pun bisa dilihat, walaupun lama kelamaan Indonesia mengalami kemeresotonnya juga. Dan beliau terpaksa mundur dari jabatan presiden yang telah dijabat selama 30 tahun lebih. Namun, jasa beliau bagi Indonesia tak akan boleh dilupakan.
11.   Amien Rais

Entah kenapa aku tersihir oleh pesona tokoh nasional yang satu ini. Dalam pandanganku, beliau pun berjasa besar dalam kebangkitan nasional Indonesia. Tokoh Muhamaddiyah dan Partai Amanat Nasional ini menjadi tokoh reformasi paling dikenang. Beliau mendukung gerakan pemuda Indonesia untuk mencapai reformasi yang diimpikan. Walaupun setelah 10 tahun reformasi pun tidak memperlihatkan peningkatan yang berarti. Komentar-komentar beliau yang lugas, tegas, dan begitu mengena serta bermakna menanamkan rasa perjuangan tinggi dalam diri gw. Semangat perjuangan berkobar di dalam dada.
12.  BJ Habibie

 Walaupun dirinya hanya menduduki bangku presiden tak lama, tapi ada sesuatu yang membuat beliau menjadi seorang tokoh kebangkitan Nasional. Pemerintahannya diisi dengan demo hampir setiap hari karena kepemimpinannya dianggap meneruskan Orde Baru. Tetapi beliau merupakan jenius teknologi Indonesia. Indonesia tidak memiliki anak bangsa seperti ini lagi seperti Habibie. Akan sulit untuk mencari jenius seperti beliau dalam beberapa waktu ini. Pemikiran cemerlangnya menyumbangkan berbagai macam keuntungan bagi Indonesia. Pada saat tersebut, kita membuktikan bahwa anak Indonesia bisa juga mengalahkan pemikiran-pemikiran orang jenius yang terdapat di dunia ini.